Sabtu, 22 Mei 2010
Tugas Bahasa indonesia (Manfaat Buah Strawberry)
Berita gembira bagi anda yang senang mengkonsumsi buah strawberry. Berikut macam-macam manfaatnya:
1. Memutihkan Gigi
Strawberi juga memiliki kekuatan tersendiri untuk memutihkan gigi Anda. Hancurkan buah stroberi, kemudian dengan menggunakan jari, tempelkan pada gigi kemudian biarkan selama satu atau dua menit. Setelah itu gosok dengan sikat gigi secara menyeluruh. Untuk menghindari munculnya warna kuning pada gigi, sebaiknya gunakanlah sedotan kala minum teh, kopi, atau coca-cola. Dijamin minuman tak akan menyentuh gigi Anda.
2. Anti Kanker
Vitamin A yang terdapat di dalam buah ini, dapat membantu mencegah pembentukan radikal bebas, vitamin C menjaga reaksi bahaya di dalam sel, vitamin E can asam ellagic akan bertugas melindungi Binding sel Bari kerusakan karena radikal bebas. Asam ellagic akan membantu melumpuhkan kerja aktif sel kanker.
3. Anti Aging
Buah lambang cinta ini ternyata juga memiliki konsentrasi tujuh zat anti oksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga stroberi merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh karena radikal bebas. Karena kandungan vitamin BI, B2, C dan Provitamin A pada stroberi dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit lebih cerah, bersih serta dapat mencegah teriadinya pengeriputan pada kulit.
4. Mengencangkan Kulit
Strawberi yang dimakan teratur dapat mengencangkan, menghaluskan, serta membuat warna kulit lebih cerah dan bersih. Selain dengan mengonsumsinya secara teratur tidak ada salahnya Anda mencoba resep ‘homemade’ lulur stroberi ini agar kulit Anda lebih ‘kinclong’. Siapkan 3 buah stroberi segar, 3 sendok makan madu, 3 sendok makan baking soda, 3 sendok makan gula pasir,
I beri sedikit air. Kemudian blenderlah semua bahan tadi hingga lembut. Stroberi akan membuat kulit Anda halus dan wangi, madu dipercaya mengandung banyak vitamin E, baking soda akan membantu membersihkan kulit, seclangkan gula yang berbentuk butiran akan bekerja seperti scrub yang akan membantu mengangkattumpukan Bel-Bel kulit math pada kulit Anda.
5. Mengatasi Panas Dalam
Ternyata dengan menikmati jus stroberi dapat melenyapkan panas dalam. Nah, berikut resep jus Strawberry yang dapat Anda cobs di rumah. Untuk bahannya Anda perlu menyiapkan 5 buah stroberi segar, cuci bersih kemudian potong-potong, 100 cc susu kacang kedelai, gula pasir secukupnya, 8 potong es batu. Kemudian campur seluruh bahan, lalu blender halus, hidangkan langsung dalam keadaan dingin. Ehm, yammie bukan? Tahukah Anda, selain rasanya yang enak dan dapat mengatasi panas dalam, bila Anda rutin mengonsumsi jus stroberi ini ternyata resep ini memiliki khasiat lain seperti dapat menyegarkan tubuh Anda, meningkatan kreativitas, memenuhi kebutuhan Vit.0 dalam tubuh.
6. Mencegah Leukimia
Buah strawberry juga memiliki efek terapi yang sangat baik untuk mencegah penyakit leukimia, anemia (kurang darah) dan penyakit darah. Dua macam zat yang terkandung di dalamnya, “stroberi amine” clan “asam tanae,, memiliki efek mengekang pertumbuhan dan terjadinya tumor ganas.
Senin, 08 Maret 2010
Contoh Kalimat dalam Aturan Silogisme Kategorial
Contoh Kalimat dalam Aturan Umum Silogisme Kategorial
Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
Contoh :
Semua mahasiswa Gunadarma belajar Bahasa Indonesia
Adi Mahasiswa Gunadarma
Jadi Adi belajar bahasa
B. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
Contoh :
Semua wanita cantik
Dini adalah seorang wanita
Jadi Dini cantik
C. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
Contoh :
Semua binatang tidak bernafas dengan paru-paru
Semua binatang tidak tinggal di darat
D. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
Contoh :
Tidak se ekor ayam pun adalah manusia
Semua ayam berkokok
Jadi manusia tidak berkokok
E. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
Contoh :
Semua karyawan mengikuti rapat
Tono adalah seorang karyawan
Jadi Tono harus mengikuti rapat
F. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh :
Sebagian karyawan lulusan Universitas
Sebagian mahasiswa adalah karyawan
G. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
Contoh :
Semua ikan berbau amis
Gurame adalah jenis ikan
Jadi Garame berbau amis
H. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh :
Beberapa daun berwarna coklat
Tidak seekor binatang pun memiliki daun
Karangan (Kisah Pak Sabar)
Kisah Pak Sabar
Ini adalah kisah seorang bernama Raka dan seorang guru bernama Pak Sabar, Pak sabar adalah seorang guru dan juga tokoh masyarakat yang sangat disegani dan terkenal bijaksana dikampungnya.
Raka adalah murid kesayangan Pak Sabar yang suka belajar, pintar, sifatnya baik dan mendapat beasiswa di sekolahnya. Pada suatu hari ketika Raka sedang pergi ke suatu pasar dikampungnya, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24? "Raka mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi". Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Raka dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke gurumu Pak Sabar. Benar atau salah Pak sabar yang berhak mengatakan". Raka: "Baik, jika Pak Sabar bilang kamu salah, bagaimana?" Pembeli kain: "Kalau pak Sabar bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?" Raka: "Kalau saya yang salah, semua uang beasiswaku untukmu".
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Pak Sabar. Setelah Pak Sabar tahu duduk persoalannya, Pak Sabar berkata kepada Raka sambil tertawa: "3x8 = 23. Raka, kamu kalah. Kasihkan uang beasiswamu kepada dia." Selamanya Raka tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Pak Sabar mengatakan dia salah, lalu dia berikan semua uang beasiswanya kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil semua uang beasiswa Raka dan berlalu dengan puas. Walaupun Raka menerima penilaian Pak Sabar tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Pak Sabar sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Raka minta ijin tidak bersekolah dengan alasan urusan keluarga. Pak Sabar tahu isi hati Raka dan memberi ijin padanya. Sebelum berangkat, Raka pamitan dan Pak Sabar mem
Apakah saya akan membunuh orang? Raka tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu orang dirumah. Dia menggunakan pisau untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang. Dia sangat marah, dan mau menghunus pisau, Raka berfikir kalau itu adalah maling. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Pak Sabar, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur adalah adik sepupunya yang baru saja tiba dan sedang berkunjung.
Pada keesokan harinya, Raka kembali ke Pak Sabar, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?" Pak Sabar berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya aku mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pisau, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh". Raka berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, aku sangatlah kagum." Pak Sabar bilang: "Aku tahu kamu minta ijin bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan semua uang beasiswamu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, uang beasiswamu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?" Raka sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, aku malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Aku benar2 malu."
Jumat, 05 Maret 2010
Ejaan Yang Disempurna
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu
Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul "Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan".
Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan
Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
- 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
- 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
- 'oe' menjadi 'u' : oemoem -> umum
- 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
- 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
- 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
- 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Penalaran Deduktif
PENALARAN DEDUKTIF
A. Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk suatu proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.
Penalaran Deduktif
adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Ø Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Ø DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi :
Ø semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
* Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
* Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
B. Metode Menalar Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Penalaran deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan dari pernyataan atau fakta-fakta yang dianggap benar dengan menggunakan logika. Suatu hal yang sudah jelas benar pun harus ditunjukkan atau dibuktikan kebenarannya dengan langkahlangkah yang benar secara deduktif
Penarikan Simpulan Secara Langsung
Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis, jika suatu kalimat dinyatakan dengan S – P maka kesimpulannya P – S.
Contoh :
Premis : Semua sepeda bukan mobil
Kesimpulan : Semua mobil bukan becak
Penarikan Simpulan Secara Tidak Langsung
Penarikan simpulan secara tidak langsung ditarik dari dua premis. Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus
Contoh :
Semua mahasiswa UG semester 5 belajar Bahasa Indonesia
Lia mahasiswa UG semester 5
-------------------------------------------------------------------------------------
Jadi, Lia belajar Bahasa Indonesia
Jenis penalaran deduksi yang menarik simpulan secara tidak langsung yaitu :
Silogisme Kategorial
Silogisme Hipotesis
Silogisme Akternatif
Entimen
C. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang terdiri dari :
Premis Umum : Premis Mayor (My)
Premis Khusus : Premis Minor (Mn)
Premis Simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat, Subjek simpulan disebut Term Mayor, dan Predikat simpulan disebut Term Minor
Contoh :
Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA (My)
Badu adalah mahasiswa (Mn)
Badu lulusan SLTA (K)
Tidak ada manusia yang kekal (My)
Socrates adalah manusia (Mn)
Socrates tidak kekal (K)
Perhatikan contoh berikut:.
(1) Rumah Amin terletak di sebelah barat rumah Akbar.
(2) Rumah Akbar terletak di sebelah barat rumah Abdur
------------------------------------------------------------------------
Jadi, rumah Amin terletak di sebelah barat rumah Abdur (3)
Perhatikan pernyataan 1 dan 2 yang disebut premis dan menjadi dasar penarikan kesimpulan (yaitu pernyataan 3). Apa yang menarik dari pernyataan 1, 2, dan 3 di atas? Jika digambarkan, akan didapat diagram berikut.
Tentunya Anda sendiri, para pembaca naskah ini, tidak akan mengetahui apakah pernyataan tersebut bernilai benar atau tidak. Mungkin juga Anda tidak akan mengenal dan tidak akan mengetahui apakah ketiga orang tersebut benar-benar memiliki rumah. Tetapi Anda dapat menyatakan bahwa jika premis-premisnya (yaitu pernyataan 1 dan 2) bernilai benar maka kesimpulannya (yaitu pernyataan 3) tidak akan mungkin untuk bernilai salah. Sekali lagi, jika premis-premisnya bernilai benar maka kesimpulannya tidak akan mungkin untuk bernilai salah.
Penarikan kesimpulan seperti ini disebut dengan penarikan kesimpulan yang sah, sahih, valid atau abash setiap argumen di mana kebenaran dari premis-premisnya tidak memungkinkan bagi kesimpulannya untuk salah disebut dengan argumen yang sah atau valid. Penarikan kesimpulan di atas dikenal dengan nama silogisme dan bentuk umumnya adalah:
A – B
B – C
-------------
A – C
Perhatikan contoh lain dari penarikan kesimpulan atau argument deduktif beserta bentuk umumnya berikut ini:
Semua manusia
Amin manusia
-------------------------------- ------------------------
Jadi, Amin jago logika
Contoh penarikan kesimpulan di atas dikenal dengan modus ponens dan merupakan penarikan kesimpulan yang sahih
Contoh bahwa dari suatu premis-premis yang bernilai salah akan dapat dihasilkan suatu kesimpulan yang bernilai salah maupun yang bernilai benar melalui suatu proses penarikan kesimpulan yang valid berikut ini.
Babi adalah binatang bersayap. (Salah)
Semua binatang bersayap tidak dapat terbang. (Salah)
--------------------------------------------------------------------------
Jadi, babi tidak dapat terbang (Benar)
Bulan lebih besar daripada bumi. (Salah)
Bumi lebih besar daripada matahari. (Salah)
--------------------------------------------------------------------------
Jadi, bulan lebih besar daripada matahari (Salah)
D. Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang breproposisi konditional hipotesis.
Contoh :
Jika tidak ada air, manusia akan kehausan (My)
Air tidak ada (Mn)
Jadi, manusia akan kehausan (K)
E. Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif, yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
Nenek Lia berada di Bandung atau Bogor
Nenek Lia berada di Bandung
Jadi, nenek Lia tidak berada di
F. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh :
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu
Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu anda berhak menerima hadiahnya.