Minggu, 03 Januari 2010

TUGAS III

PERILAKU KONSUMEN
TUGAS III
NAMA : AULIA NINGRUM
NPM : 11207441 



I. Brand Follower

Brand follower dapat didefinisikan sebagai merek pengikut alias merek imitasi (immitation brand). Di Indonesia, merek semacam ini sungguh berjubel, banyak sekali. Jadi, yang harus diingat oleh brand pioneer, keberadaan merek pengikut tersebut tidak bisa diabaikan.

Follower Chance 
Setelah brand pioneer menenteng sederet keunggulan, mungkinkah itu menutup kesempatan bagi para free rider effect, sebutan bagi para later entrants (follower), untuk memenangkan persaingan? Jawabannya tidak! Betul kata Schnaars, yang pertama bisa jadi terakhir dan sebaliknya.

Terang saja begitu, sebab follower juga menawarkan banyak kelebihan. Kelebihan itu, antara lain: pertama, mereka bisa menghindari produk-produk yang tidak potensial. Kedua, apabila produk itu punya risiko, risikonya sudah ditanggung oleh pionir. Ini yang membuat mereka selamat dari mara bahaya.

Biaya research and development-nya lebih kecil dibandingkan dengan market leader. Sebab, follower masuk ke pasar belakangan di saat pasar itu sudah terbentuk. Keempat, mereka punya peluang untuk mendapatkan market share dari market leader. Kalau pasarnya lemah biasanya follower akan mudah menggerusnya.

Mereka sangat low cost of educating consumers. Mereka tidak terlalu dituntut banyak untuk mengedukasi konsumen, misalnya tentang manfaat produk yang dipasarkan. Karena, proses edukasi sebelumnya sudah dilakukan oleh market leader. Konsumen sudah mengerti apa benefit dari produk itu.
.


Wings Group Sebagai Contoh Brand Follower

Immitator, meniru beberapa hal dari pionir dan mencoba membedakan dalam hal kemasan, iklan, harga, dan sejenisnya. Adapter, mereka mengikuti pionir lalu mengadaptasi serta memperbaiki apa yang menjadi kelemahan pionir itu. Ambil contoh, Wings Group termasuk satu anggota kelompok ini

Cirinya adalah mereka selalu melihat apa yang menjadi kelemahan market leader, dalam hal ini Unilever, misalnya, kemudian mencoba memperbaikinya. Contoh produknya, Smile Up mengikuti Close Up milik Unilever, Mi Sedaap mengikuti Indomie punya Indofood, Ale-Ale seperti Frutang, dan lain sebagai.

Selain itu, strategi yang mereka sodorkan, yang utama, mereka bisa menawarkan harga yang lebih rendah. Mereka bermain di value marketing. 
Mereka mempunyai kesempatan memperbaiki produk dengan cara menggunakan teknologi yang lebih canggih ini yang paling banyak dilakukan oleh para follower di Tanah Air dan cukup berhasil, yaitu menggunakan market power. Ini seperti yang dilakukan Wings Food terhadap Indofood tadi dan sukses.

Implikasi dari market power itu ialah the most effective where advertising and distribution are key. Iklan dan distribusi menjadi kekuatan utama dalam menghadapi market power. Karena pasarnya sudah ada dan besar, dua sisi itu telah terbukti paling efektif untuk meraih market share bagi follower.



II. Tren yang diminati Wanita / Pria dengan Teori Skala CAD, Skala ATSCI, dan Teori Sifat

Skala CAD
Penggunaan software CAD untuk design illustrasi mode, technical drawing dan worksheet, Didasarkan pada gambar desain dari Design Research and Development untuk kemasa produk misalnya


Skala ATSCI
Dalam perspektif teori ini, setiap orang berperilaku sesuai dengan tuntutan sosial. ketika dalam suatu masyarakat terdapat norma-norma yang kuat sehingga mengkungkung anggota masyarakatnya, maka tindakan perilaku seseorang akan diarahkan oleh norma-norma tersebut. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bearden dan Rose pada tahun 1990 yang menggunakan skala attention to social caparison information (ATSCI), menemukan bahwa ada kecenderungan tinggi pada konsumen untuk menyesuaikan pada tekanan sosial dalam melakukan pembeliannya. Ada kesadaran yang tinggi pada konsumen-konsumen tersebut tentang bagaimana orang lain akan bereaksi pada perilaku mereka, dan cenderung akan merubah perilaku mereka agar konsisten dengan norma-norma kelompok.

Teori Sifat
Melalui teori sifat kita mempelajari bagaimana perilaku konsumen cenderung memilih produk dan menjadi loyal terhadap produk yang kita ciptakan.




III. Evaluasi Alternatif Sebelum Konsumen Mengambil Keputusan Untuk Membeli
Apa yang mempengaruhi proses pembelian? Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian. Jelas bahwa proses pembelian berlangsung jauh sebelum pembelian aktual dan berlanjut
jauh sesudahnya. Pasar perlu berfokus pada seluruh proses pengambilan keputusan pembelian bukan hanya pada proses pembeliannya saja. 
Secara teori konsumen melalui seluruh lima tahap pada tiap pembelian. Tapi pada pembelian rutin, konsumen terkadang melewatkan atau membalik beberapa tahap itu. Seorang wanita yang kadang membeli pasta gigi merek yang biasa digunakannya akan mengenali kebutuhan tetapi dia akan bergerak langsung ke proses pembelian, dengan melewatkan pencarian informasi dan mengevaluasi alternatif. Pertimbangan yang muncul pada saat konsumen menghadapi situasi pembelian baru bisa bersifat kompleks. 
Pengenalan Kebutuhan 
Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognition)-pembelian mengenali permasalahan atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipicu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan normal-lapar, haus, seks, naik ke tingkatan yang cukup tinggi sehingga menjadi pendorong. 
Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan eksternal. Seseorang mungkin merasa membutuhkan hobi baru ketika kesibukan pekerjaannya mulai menurun, dan dia mulai memikirkan kamera setelah berbincang-bincang dengan teman tentang fotografi atau setelah melihat iklan kamera. Pada tahap itu, pemasar harus meneliti konsumen untuk mengetahui kebutuhan macam apa yang menyebabkan kebutuhan itu muncul, dan bagaimana cara pemasar menuntun konsumen supaya membeli produk tersebut. 
Setelah mengumpulkan informasi seperti itu, pemasar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang paling sering memicu ketertarikan terhadap produk dan mengembangkan program pemasaran yang melibatkan faktor-faktor tersebut. 
Pencarian Informasi 
Konsumen yang tergerak mungkin mencari dan mungkin pula tidak mencari informasi tambahan. Jika dorongan konsumen kuat dan produk yang memenuhi kebutuhan berada dalam jangkauannya, ia cenderung akan membelinya. Jika tidak, konsumen akan menyimpan kebutuhan itu kedalam ingatan atau mengerjakan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan itu. 
Pada satu tahapan tertentu, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian. Pada tahapan itu, seseorang menjadi lebih menerima informasi mengenai kamera. Ia memperhatikan iklan kamera, kamera yang digunakan oleh temannya, dan percakapan tentang kamera. Atau ia mungkin mengerjakan pengumpulan informasi secara aktif, dimana ia mencari informasi tertulis, menelepon teman, dan mengumpulkan informasi dengan berbagai cara lain. Jumlah pencarian yang dikerjakan tergantung pada kekuatan dorongan pada dirinya, jumlah informasi awal yang ia miliki, kemudahan pencarian informasi tambahan, nilai yang ia berikan pada informasi tambahan,
dan kepuasan yang di dapat setelah pencarian. 
Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber. Sumber itu meliputi sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan kerja), sumber komersial (iklan, penjual, pengecer, bungkus, situs Web, dan lain-lain), sumber publik (media massa, organisasi pemberi peringkat), dan sumber berdasarkan pengalaman (memegang, meneliti, menggunakan produk). Pengaruh relatif di antara sumber informasi itu berbeda-beda di antara berbagai produk dan pembeli. 
Konsumen biasanya menerima sebagian besar informasi dari sumber komersial.-yang dikendalikan oleh pemasar. Namun demikian, sumber yang paling efektif cenderung yang bersifat pribadi. Sumber komersial biasanya memberikan informasi kepada pembeli, sedangkan sumber pribadi memberikan legitimasi atau mengevaluasi produk bagi pembeli. 
Seseorang terkadang meminta orang lain-teman, keluarga, rekan kerja dan para profesional-supaya merekomendasikan produk atau jasa. Oleh karena itu, perusahaan mempunyai ketertarikan yang kuat untuk membangun sumber pemasaran getok tular (word of mouth sources). Sumber-sumber itu mempunyai dua keuntungan utama. 
Pertama, sumber itu meyakinkan. Pemasaran getok tular atau pemasaran dari mulut ke mulut adalah satu-satunya metode promosi dari konsumen, oleh konsumen, dan untuk konsumen. Mempunyai konsumen yang setia dan terpuaskan dan membangga-banggakan bisnis mereka dengan anda merupakan mimpi setiap pemilik bisnis. Tidak hanya konsumen yang puas mengulangi pembelian, tetapi mereka juga menjadi papan promosi berjalan bagi bisnis anda. 
Kedua, biaya yang rendah. Menjaga hubungan dengan konsumen dan mengubahnya menjadi sumber promosi getok tular membutuhkan biaya yang relatif rendah. Semakin banyak informasi yang didapat, kesadaran dan pengetahuan konsumen tentang adanya merek dan fitur akan meningkat. Dalam pencarian informasi, seseorang banyak mempelajari merek yang tersedia. Informasi itu juga membantunya meninggalkan pilihan merek tertentu. Perusahaan harus mendesain bauran pemasarannya agar calon konsumen sadar dan tahu akan mereknya. Secara hati-hati perusahaan harus mengidentifikasi sumber informasi konsumen dan tingkat kepentingan tiap-tiap sumber itu. 
Konsumen harus ditanyai bagaimana awalnya mereka mendengar merek itu, informasi apa yang didapat, dan bagaimana mereka mengurutkan tingkatan arti penting sumber informasi yang berbedabeda itu. 
Pengevaluasian Alternatif 
Kita telah mempejari cara konsumen menghasilkan informasi yang menghasilkan sekumpulan merek-merek yang akhirnya dipilih. Bagaimana cara konsumen memilih dari alternatif merek yang ada? Pemasar perlu memahami proses pengevaluasian alternatif-yakni, cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagai pilihan merek. Sayangnya, konsumen tidak melakukan satu evaluasi secara tunggal dan sederhana, tetapi konsumen mungkin melakukan beberapa proses avaluasi. 
Sikap konsumen terhadap sejumlah merek tertentu terbentuk melalui beberapa prosedur evaluasi. Cara konsumen memulai usaha mengevaluasi alternatif pembelian tergantung pada konsumen individual dan situasi pembelian tertentu. Dalam beberapa kasus, konsumen menggunakan kalkulasi yang cermat dan pikiran yang logis. 
Dalam waktu yang lain, konsumen bersangkutan mengerjakan sedikit atau tidak mengerjakan evaluasi sama sekali; melainkan mereka membeli secara impulsif atau bergantung pada intuisi. Terkadang konsumen membuat keputusan sendirian, kadang tergantung pada teman, petunjuk konsumen, atau penjual untuk mendapatkan saran pembelian. 
Jika ia tadi mempersempit pilihannya menjadi empat kamera.juga dapat dianggap ia hanya tertarik pada empat atribut kualitas gambar, kemudahan penggunaan, ukuran kamera dan harga. Ia telah membentuk keyakinan tentang berapa peringkat merek menurut masing-masing atribut. Jelas, jika terdapat satu kamera yang mendapat peringkat terbaik dalam semua atribut, dapat kita perkirakan, bahwa ia akan memilihnya. Namun, merek dapat berbeda-beda daya tariknya. Keputusan pembeliannya mungkin berdasarkan pada hanya satu atribut, oleh karena itu pilihannya akan mudah ditebak. Jika ia menginginkan kualitas gambar merupakan atribut yang paling penting di atas yang lain, ia akan membeli kamera yang mempunyai gambar terbaik. Tetapi pembeli mempertimbangkan beberapa atribut yang masing-masing tingkat kepentingannya berbeda-beda. Jika kita mengetahui bobot kepentingan yang diberikannya tiap-tiap atribut dari keempat atribut tersebut, kita dapat memperkirakan pilihan merek kamera yang akan dibelinya sehingga lebih dapat diandalkan ketetapan perkiraannya. 
Pemasar harus mempelajari pembeli supaya dapat mengevaluasi alternatif merek secara aktual. Jika pemasar mengetahui proses evaluasi seperti apa yang terjadi, pemasar dapat mengambil langkah untuk mempengaruhi keputusan pembeli. 
Keputusan Pembeli 
Di tahap pengevaluasian, konsumen menyusun peringkat merek dan membentuk kecenderuangan (niat) pembelian. Secara umum, keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor yang muncul diantara kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain. Jika suami Anna Flores sangat merasa Anna harus membeli kamera yang harganya paling murah, maka kesempatan Anna membeli kamera mahal akan berkurang. 
Faktor kedua adalah faktor situasi tak terduga. Konsumen mungkin membentuk kecenderungan pembelian berdasar pada pendapatan yang diharapkan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan. Namun, keadaan tak terduga dapat mengubah kecenderungan pembelian, Anna Flores mungkin kehilangan pekerjaannya atau pembelian lainnya lebih mendesak atau mungkin temannya mengatakan kecewa terhadap kamera pilihannya yang juga kamera kesukaan Anna. Atau, pesaing dekat menurunkan harga. Jadi, preferensi dan kecenderungan pembelian tidak selalu menghasilkan pilihan pembelian aktual. 
Perilaku Setelah Pembelian 
Pekerjaan pemasar tidak hanya berhenti pada saat produk dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan akan masuk ke perilaku setelah pembelian yang penting diperhatikan oleh pemasar. Apa yang menentukan pembeli puas atau tidak puas terhadap pembeliannya? Jawabnya terletak pada hubungan antara harapan konsumen dan kinerja produk uang dirasakan. Jika produk jauh di bawah harapan konsumen, maka konsumen kecewa; jika produk memenuhi harapannya, konsumen terpuaskan, jika melebihi harapannya, maka konsumen akan merasa sangat senang. 
Semakin besar beda antara harapan dan kinerja, semakin besar pula ketidakpuasan konsumen. Oleh sebab itu, penjual harus janji yang benar-benar sesuai dengan kinerja produk agar pembeli merasa puas. Beberapa penjual bahkan menyatakan janji tingkatan kinerja yang lebih rendah dibandingkan kinerja sebenarnya agar kepuasan konsumen menjadi sangat tinggi. Misalnya, wiraniaga Beoing cenderung konservatif pada saat memperkirakan potensi manfaat pesawatnya. Mereka hampir tiap kali menyatakan efesiensi bahan bakar lebih rendah dari pada sebenarnya-mereka menjanjikan penghematan bahan bakar sebesar 5 persen yang ternyata 8 persen. Konsumen akan merasa senang terhadap kinerja yang lebih baik daripada yang diharapkan. Mereka akan membeli lagi dan berkata kepada calon pelanggan lain bahwa Boing memenuhi janjinya. 
Hampir seluruh pembelian penting menghasilkan disonansi kognitif, atau ketidaknyamanan pembeli karena konflik setelah pembelian. Setelah pembelian, konsumen akan merasa puas dengan manfaat merek yang telah dipilih dan senang untuk menghindari kekurangan dari merek yang tidak dibeli. Namun, setiap pembelian melibatkan kompromi. Konsumen mendapatkan ketidak-nyamanan akibat mendapatkan kekurangan produk yang dibeli dan kehilangan sejumlah manfaat produk yang tidak dibeli. Oleh karena itu, konsumen merasakan setidak-tidaknya ada disonansi setelah pembelian pada setiap pembeliannya. 
Mengapa memuaskan konsumen itu sangat penting? Kepuasan itu penting karena penjualan perusahaan berasal dari dua kelompok dasar-pelanggan baru dan pelanggan lama. Biasanya biaya akan lebih besar untuk menarik pelanggan baru daripada mampertahankan pelanggan lama dan jalan terbaik untuk mempertahankan pelanggan adalah dengan memuaskan mereka. 
Kepuasan pelanggan merupakan kunci untuk membuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan-yakni untuk mempertahankan dan menumbuhkan konsumen serta untuk memetik hasil yang berupa nilai seumur hidup pelanggan. Pelanggan yang puas akan kembali membeli produk, berbicara yang menyenangkan tentang produk itu, lebih sedikit memperhatikan merek dan iklan pesaing, serta membeli produk yang lain dari perusahaan yang sama. Banyak pemasar bertindak lebih dari sekedar memuaskan harapan konsumen-mereka berupaya
menyenangkan hati konsumen. Konsumen yang hatinya merasa senang akan membeli lagi produk tersebut serta berbicara yang menyenangkan tentang produk dan perusahaan itu. 
Konsumen yang tidak puas memberikan tanggapan secara berbeda. Konsumen yang puas, secara rata-rata, akan berbicara kepada tiga orang mengenai baiknya pengalaman mereka mengenai produk, sedangkan konsumen yang tidak puas akan mengeluh ke 11 orang. Bahkan, suatu studi menunjukkan bahwa 13 persen orang yang mempunyai masalah dengan organisasi tertentu mengeluh tentang organisasi tersebut ke lebih dari 20 orang. Jadi, berita buruk dari mulut ke mulut berjalan lebih cepat daripada berita baik dari mulut ke mulut dan dapat dengan cepat merusak sikap konsumen terhadap perusahaan dan produknya. 
Oleh karena itu, perusahaan yang bijaksana perlu mengukur kepuasan konsumen secara teratur. Perusahan tersebut tidak dapat semata-mata mengandalkan konsumen yang tidak puas yang secara sukarela menyampaikan keluhannya kepada perusahaan. Sebesar 96 persen konsumen yang tidak senang tidak pernah menyampaikan keluhannya. Perusahaan harus membangun sistem yang mendorong konsumen menyampaikan keluhannya. 
Dengan cara itu, perusahaan dapat mempelajari secara baik kerja perusahaan tersebut dan bagaimana meningkatkannya. Perusahaan 3M mengaku lebih dari dua per tiga produk barunya datang dari mendengarkan keluhan konsumen. Tetapi mendengar saja tidak cukup-perusahaan harus menanggapi dengan baik setiap keluhan yang diterima. 


IV. Keterlibatan T/R dalam Pengambilan Keputusan Membeli

Analisis biaya dan pendapatan

Biaya produksi:
TC = TFC + TVC
Keterangan:
TC = total cost (biaya total)
TFC = total fixed cost (biaya tetap total )
TVC = total tidak tetap cost (biaya tidak tetap total )

Penerimaan:
TR = P.Q
Keterangan:
TR = total revenue (penerimaan total)
P = price per unit (harga jual per unit)
Q = quantity (jumlah produksi)

Keuntungan:
Π = TR – TC
Keterangan:
6
Π = pendapatan bersih atau keuntungan
TR = total revenue (penerimaan total)
TC = total cost (biaya total)


Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C ratio merupakan perbandingan antara penerimaan total dan biaya total, yang
menunjukkan nilai penerimaan yang diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan.
Adapun R/C ratio dapat dirumuskan sebagai berikut.
TR
R/C = ------
TC
Keterangan:
TR = Total revenue
TC = Total Cost

Kriteria penilaian R/C ratio:
R/C < 1 = usaha agroindustri mengalami kerugian
R/C > 1 = usaha agroindustri memperoleh keuntungan
R/C = 1 = usaha agroindustri mencapai titik impas


Analisis titik impas (BEP)

Perhitungan BEP atas dasar unit produksi dapat dilakukan dengan menggunakan
rumus:
TFC
BEP (Q) = ------------------------
P/unit – VC/unit
Keterangan:
BEP (Q) = titik impas dalam unit produksi
TFC = biaya tetap
P = harga jual per unit
VC = biaya tidak tetap per unit

Perhitungan BEP atas dasar unit rupiah dapat dilakukan dengan menggunakan rumus:
TFC
BEP (Rp) = ------------------------
1 – (VC/TR)
Keterangan:
BEP (Rp) = titik impas dalam rupiah
TFC = biaya tetap
VC = biaya tidak tetap
TR = penerimaan total



V. Konsep Motivasi dan Afeksi

Ada 5 konsep pokok motivasi:
1. Pengenalan kebutuhan
2. Dorongan
3. Perilaku berdasarkan tujuan
4. Objek insentif
5. Afeksi

Motivasi timbul mulai dari nilai : 
1. Rangsangan : - Internal
  - Eksternal
2. Kebutuhan akan pemenuhan seseorang.
Konsep Afeksi : Perasaan membutuhkan menghasilkan sebuah keadan dorongan yang menciptakan reaksi afektif pada diri konsumen. 
Afeksi : Perasan yang mencakup emosi dan suasana hati.




Konsep komunikasi dalam pemasaran: 
Ada 5 faktor-faktor pengendali efektivitas komunikasi :
• Karakteristik sumber
• Isi pesan
• Karakteristik medium
• Faktor kontekstual
• Karakteristik pemirsa

Adapun cara mengembangkan komunikasi yang efektif:
• Mengidentifikasi audiens yang dituju
• Menentukan tujuan komunikasi



VI. Komunikasi Dalam Pemasaran

Komunikasi internal

Komunikasi internal dapat memotivasi para pegawai di dalam organisasi agar bekerja lebih efisien. Mereka memerlukan informasi yang tepat, menerima kejelasan tugas dan organisasi, prosedur, dan penyelesaian hal-hal yang bersifat kabur dan kotradiksi

Komunikasi Eksternal

Komunikasi eksternal diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang lain diluar organisasi, seperti relasi, langganan, konsumen, atau masyarakat pada umumnya. Komunikasi eksternal ini mempunyai daya jangkau jarak jauh, yang akan membentuk goodwill (nama baik) dan membentuk imajinasi reputasi baik di hati masyarakat. Reputasi bagi sebuah perusahaan dapat berbentuk dengan mengadakan kemunikasi secara terus menerus dengan masyarakat, melalui cara dan kegiatan seperti promosi diberbagai media, menyebarkan pamflet dan sebagainya.  

Rabu, 23 Desember 2009

Tugas 2

IKLAN SUSU BENDERA COKLAT

1. Perspektif Iklan

Iklan ini dibuat untuk sasaran anak-anak dan sasaran-sasarannya adalah anak yang sedang dalam pertumbuhan yang aktif, susu Bendera Coklat menggunakan slogan “susu bendera coklat nikmat hingga tetes terakhir” dan kegiatan anak-anak usia sekitar 7 sampai 10 tahun yang aktif dalam meminum susu bendera coklat dan memperebutkan salah satu gelas susu diantara mereka yang masih terisi susu dan meminumnya hingga tetes akhir dan berharap bisa mendapatkan lebih dari sekedar tetes terakhir. Perusahaan periklanan harus mengerti bahwa iklan tersebut untuk segala lapisan masyarakat, maka konsep iklannya pun harus dapat diterima oleh semua kelompok konsumen yang dimaksud.


2. Afeksi perilaku konsumen mengenai iklan “ Susu Bendera Coklat ”

Dengan adanya iklan Susu Bendera Coklat ini sebagai konsumen khususnya anak-anak akan tertarik dengan iklannya, apalagi dalam iklan tersebut diperagakan oleh anak-anak seusia mereka dengan aktivitas yang membuat anak-anak ingin juga melakukan apa yang ada dalam iklan tersebut. Kebanyakan anak tertarik untuk membelinya dan ingin mencicipi apa rasa Susu Bendera Coklat tersebut ditambah lagi dengan adegan beberapa anak yang saling berebut gelas berisi Susu Bendera Coklat yang berkesan bahwa rasanya sangat enak, dengan demikian akan banyak anak-anak yang awalnya tidak suka minum susu tertarik untuk mencoba meminum susu dengan rasa coklat. Sebagai orang tua dengan adanya iklan Susu Bendera Coklat tersebut menggugah mereka untuk membeli dan memberikan anak-anak mereka dengan Susu Bendera Coklat selain harganya terjangkau dan kandungan gizi pada susu yang baik untuk tumbuh kembang anak


3. Implikasi Etika iklan “ Susu Bendera Coklat “

Iklan " Susu Bendera Coklat " mempengaruhi konsumen yang memiliki karateristik yang berisi tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan suatu produk, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.

PEMAHAMAN PERILAKU KONSUMEN MERUPAKAN DASAR PENGEMBANGAN STRATEGI

Pemahaman perilaku konsumen merupakan dasar pengembangan strategi diantaranya strategi produk, strategi promosi, strategi harga dan strategi distribusi.
Konsumen setelah melakukan pembelian suatu produk akan mengevaluasi apakah produk sesuai dengan yang di bayangkan atau diharapkan tidak. Hal ini terjadi karena sebelum melakukan pembelian konsumen sudah mempunyai gambaran produk yang akan di beli atau yang sering disebut harapan prapembelian. Harapan prapembelian adalah kepercayaan tentang kinerja suatu produk yang diperkirakan akan muncul. Harapan pra pembelian dapat dipenuhi saat kinerja suatu produk sesuai dengan apa yang diharapkan dan tidak cocok ketika yang terjadi adalah sebaliknya
Ketika konsumen mengalami kepuasan maka konsumen akan melakukan pembelian ulang serta selalu menggunakannya dan memberitahu orang lain tentang pengalaman mereka yang menyenangkan dengan produk tersebut. Dan sebaliknya jika konsumen tidak puas maka akan menceritakan kepada konsumen lainnya, beralih ke merek lain dan mengajukan keberatan kepada produsen serta pengecer.


1. Perilaku konsumen terhadap pengembangan strategi produk

Strategi produk dibuat untuk mempengaruhi konsumen baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek, strategi produk baru idbuat untuk mempengaruhi konsumen agar mau mencoba produk. Untuk jangka panjang, strategi produk dibuat untuk mengembangkan loyalitas merek dan mendapatkan pangsa pasar yang besar.Pada saat membuat strategi produk membutuhkan penganalisisan hubungan antar konsumen dengan produk. Hal ini berarti bahwa perilaku dan lingkungan konsumen yang berkait dengan produk harus dipertimbangkan secara seksama pada saat peluncuran produk baru dan harus dipantau di sepanjang siklus hidup suatu produk
Loyalitas merek adalah keinginan melakukan dan perilaku pembelian ulang, menumbuhkan loyalitas yang tinggi pada konsumen adalah sasaan penting dalam strategi pemasaran, berusaha agar konsumen memiliki loyalitas tinggi terhadap merek tersebut sehingga konsumen menjadi fanatik dan tidak berminat untuk membeli merek lain.

2. Perilaku konsumen terhadap pengembangan strategi promosi

Faktor yang penting dalam proses pemasaran : konteks di mana pesan disampaikan, sifat dasar saluran/sarana di mana pesan dikomunikasikan dan penerima komunikasi. Saluran merupakan media di mana pesan mengalir, sebagai contoh interaksi tatap muka, televisi, radio, papan reklame, surat kabar
dan majalah.
Karakteristik pesan mengacu pada startegi yang digunakan untuk mengkomunikasikan gagasan ke pemirsa. contoh keputusan untuk menggunakan iklan emosional daripada faktual dan keputusan mengembangkan pesan yang kompleks daripada pesan sederhana. Susunan pesan mengacu pada pembentukan fisik Jenis pesan :pesan komparatif, pesan satu sisi dan pesan dua sisi, humor dalam pesan.


3. Perilaku konsumen terhadap pengembangan strategi harga

Strategi penetapan harga perlu memperhatikan tiga situasi berikut ini :
1. Ketika harga suatu produk baru sedang ditetapkan.
2. Ketika sedang mempertimbangkan melakukan perubahan jangka panjang bagi suatu produk yang telah mapan.
3. Ketika sedang mempertimbangkan melakukan perubahan harga jangka pendek.
Pemasar dapat mengubah harga untuk ebrbagai macam alasan yang diajukan seperti meningkatnya biaya, perubahan harga produk pesaing, atau adanya perubahan pada saluran distribusi


4. Perilaku konsumen terhadap pengembangan strategi distribusi

Dianggap sebagai penyedia nilai guna bentuk, waktu, tempat dan kepemilikan bagi konsumen.nilai guna bentuk (form utility) berarti saluran distribusi mengubah bahan baku menjadi barang dan jasa jadi dalam bentuk yang diinginkan oleh konsumen untuk membeli.Nilai guna waktu (time utility) berartti saluran distribusi memungkinkan barang dan jasa tersedia ketika konsumen ingin membelinya.Nilai guna tempat (place utility) berarti barang dan jasa trersedia di mana konsumen ingin membelinya.Nilai guna kepemilikan (possession utility) berarti saluran distribusi memfasilitasi pemindahan kepemilikan barang kepada konsumen.







ANALISA
Definisi konsep lingkungan adalah tempat dimana masusia (makhluk hidup) berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Yang dalam kehidupannya saling mempengaruhi dan dipengaruhi.

Ø Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi minuman ringan kurang lebih 10 tahun mendatang dengan adanya produk tersebut maka semakin banyak saingannya. Dan ini merupakan tantangan bagi perusahaan dalam memasarkan produknya. Mungkin dengan promosi ataupun membuat kwalitas produk tersebut semakin baik. Sehingga dapat bersaing dengan kompetiter. Dan dengan pengembangan strategi diantaranya strategi produk, strategi promosi, strategi harga dan strategi distribusi.

Ø Perubahan bisnis global dan kecenderungan demografis artinya Perubahan bisnis secara keseluruhan dalam arti manusia (trader) dapat melakukan bisnis lebih mendunia (meluas) yang sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin maju serta adanya perubahan populasi penduduk.